AddMe - Search Engine Optimization
Showing posts with label Menulis. Show all posts
Showing posts with label Menulis. Show all posts

Tuesday, May 6, 2008

Tips Mengolah jalan cerita buat yang hobi mengarang kisah petualangan

Christopher Vogler menggolongkan jalan cerita secara umum dari pembuatan kisah-kisah pahlawan sebagai berikut

  1. Kesadaran yang terbatas atas masalah yang terjadi di dunia (Kehidupan Normal)
  2. Kesadaran yang meningkat (Panggilan Untuk Bertualang)
  3. Enggan untuk berubah (Penolakan)
  4. Mengatasi penolakan (Bertemu Sang Pembimbing)
  5. Berjanji untuk berubah (Melintasi Halangan)
  6. Percobaan dengan perubahan awal (Ujian, Sekutu, Musuh)
  7. Persiapan untuk perubahan besar (Mendekat ke Inti)
  8. Berusaha melakukan perubahan besar (Cobaan Berat)
  9. Konsekuensi dari usaha (Penghargaan?Kemajuan?Ketenangan)
  10. Rededikasi untuk berubah (Jalan Pulang)
  11. Usaha terakhir untuk melakukan perubahan besar (Kebangkitan/Krisis/Klimaks)
  12. Penguasaan final dari masalah (Resolusi)
Semoga bermanfaat untuk yang lagi membuat kisah tentang para pahlawan fantasi dan superhero.

Monday, April 14, 2008

Tips Menulis Title Pages untuk google dan Yahoo

search engine menjadikan title page sebagai salah satu acuan penting dalam menentukan relevan atau tidaknya sebuah halaman. Title Pages ini kasarnya merupakan judul dari sebuah halaman, jadi seharusnya sebuah judul mencerminkan isi content halaman tersebut.



Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah :

1. Jumlah karakter
Dari sumber yang saya baca title page anda optimal 80 karakter bila dioptimasi untuk google dan untuk yahoo berkisar 115 karakter. Maksudnya optimal adalah jika melebihi dalam batas wajar, tidak akan berakibat buruk, tapi tentu saja diperhitungkan density dari title anda, mungkin akan lebih baik jika menggunakan makssimal 80 karakter saja.

Sementara setelah saya lakukan percobaan, google hanya menampilakan maks 65 karakter dalam SERP-nya, dan yahoo sekitar 115 karakter dengan spasi dan tanda baca.
Dari sini juga saya menemukan, bahwa title page setelah karakter ke 65 dari google tidak terlalu membantu, dalam kasus ini ada sebuah situs yang terlisting no 1 di google dengan keywords “tidak saya sebut”. Situs ini memiliki title yang lebih dari 65, saya tambahkan keyword dengan “di indonesia” (keywords ini ada di posisi setelah karakter ke 65). Ternyata, situs ini bahkan dikalahkan oleh situs yang dalam halamannya tidak ada sama sekali keyword “indonesia”.

Sebagai catatan kedua situs memiliki pagerank 4. Dari sini saya menyimpulkan title setelah karakter ke-65 lebih kecil pengaruhnya daripada inbound text link. ( Situs kedua yang tidak memiliki keywords “indonesia“ di dalamanya kemungkinan terlisting karena memiliki inbound text link “indonesia“).

2. Jangan menggunakan kata-kata yang di filter search engine.
Untuk situs yang berbahasa “english”, kata seperti is, are dll sebaiknya tidak disertakan dalam title. Sedangkan untuk situs berbahasa indonesia, sepertinya tidak terlalu berpengaruh, karena setahu saya sekarang, kata “yang” , “dan” dsb tidak difilter search engine. (IMHO)

3. Buang kata-kata yang tidak berguna
Kata seperti seperti “selamat datang di situs kami” dsb lebih baik tidak disertakan.

4. Kurangi penggunaan separator
Kalau memungkinkan jangan karena memiliki title yang panjang terus ditambah separator, akhirnya jumlah karakter melebihi jumlah karekter maksimal yang disarankan.

Dalam pemilihan title juga tidak lepas dari bagaimana memilih keywords yang baik. Dan jangan lupa dalam konten anda memiliki density yang bagus dari judul/title yang anda pilih.

sumber : http://www.son.web.id/2007/03/29/tips-menulis-title-pages-untuk-google-dan-yahoo/

Monday, April 7, 2008

Bagaimana Memulai Menulis?

Bagaimana Memulai

Banyak yang ingin menulis ke media tapi bingung bagaimana memulainya. Ada dua cara:

1. Mempelajari teori menulis baru praktik;
2. Learn the hard way atau menulis dulu teori belakangan.

Terserah kita mana yang lebih enak dan nyaman. Tapi, berdasarkan pengalaman rekan-rekan di India yang tulisannya sudah banyak dimuat di media, alternatif kedua tampaknya lebih bagus. Rizqon Khamami, Zamhasari Jamil, A. Qisai, Tasar Karimuddin, Beben Mulyadi, Jusman Masga, Irwansyah, dan lain-lain semuanya belajar menulis dengan langsung mengirim tulisannya. Bukan dengan belajar teori menulis lebih dulu.

Saya sendiri merasa alternatif kedua lebih enak. Ini karena kemampuan daya serap saya terhadap teori sangat terbatas. Saya pernah mencoba belajar teori menulis. Hasilnya? Pusing. Bukan hanya itu, bahkan dalam belajar bahasa Inggris pun, saya cenderung langsung membaca buku, koran atau majalah. Pernah saya coba belajar bahasa Inggris dengan membaca grammar, hasilnya sama: pusing kepala.

Sulitkah Menulis?

Sulitkah menulis? Iya dan tidak. Sulit karena kita menganggapnya sulit. Mudah kalau kita anggap “santai”. Eep Saifullah Fatah, penulis dan kolomnis beken Indonesia, mengatakan bahwa menulis akan terasa mudah kalau kita tidak terlalu terikat pada aturan orang lain. Artinya, apa yang ingin kita tulis, tulis saja. Sama dengan gaya kita menulis buku diary. Setidaknya, itulah langkah awal kita menulis: menulis menurut gaya dan cara kita sendiri. Setelah beberapa kali kita berhasil mengirim tulisan ke media — dimuat atau tidak itu tidak penting– barulah kita dapat melirik buku-buku teori menulis, untuk mengasah kemampuan menulis kita. Jadi, tulis-tulis dahulu; baca teori menulis kemudian. Seperti kata Rhoma Irama, penyanyi kesayangan Malik Sarumpaet.

Topik Tulisan Topik tulisan, seperti pernah saya singgung dalam posting beberapa bulan lalu, adalah berupa tanggapan tentang fenomena sosial yang terjadi saat ini. Contoh, apa tanggapan Anda tentang bencana gempa dan tsunami di Aceh? Apa tanggapan Anda seputar pemerintahan SBY? Apa tanggapan Anda tentang dunia pendidikan di Indonesia? Dan lain-lain.

Sekali lagi, usahakan menulis sampai 700 kata dan maksimum 1000 kata. Dan setelah itu, kirimkan langsung ke media yang dituju. Jangan pernah merasa tidak pede. Anda dan redaktur media tsb. kan tidak kenal. Mengapa mesti malu mengirim tulisan? Kirim saja dahulu, dimuat tak dimuat urusan belakangan. Keep in mind: Berani mengirim tulisan ke media adalah prestasi dan mendapat satu pahala. Tulisan dimuat di media berarti dua prestasi dan dua pahala. Seperti kata penulis dan ustadz KBRI, Rizqon Khamami.

Rendah Hati dan Sifat Kompetitif

Apa hubungannya menulis dengan kerendahan hati? Menulis membuat kita menjadi rendah hati, tidak sombong. Karena ketika kita menulis dan tidak dimuat, di situ kita sadar bahwa masih banyak orang lain yang lebih pintar dari kita. Ini terutama bagi rekan-rekan yang sudah menjadi dosen yang di mata mahasiswa-nya mungkin sudah paling ‘wah’ sehingga mendorong perasaan kita jadi ‘wah’ juga alias ke-GR-an.

Nah, menulis dan mengririm tulisan ke media membuat kita terpaksa berhadapan dengan para penulis lain dari dunia dan komunitas lain yang ternyata lebih pintar dari kita yang umurnya juga lebih muda dari kita. Di situ kita sadar, bahwa kemampuan kita masih sangat dangkal. Kita ternyata tidak ada apa-apanya. Ketika kita merasa tidak ada apa-apanya, di saat itulah sebenarnya langkah awal kita menuju kemajuan.

Kita juga akan terbiasa menghargai orang dari isi otaknya bukan dari umur atau senioritasnya apalagi jabatannya.
Di sisi lain, membiasakan mengirim tulisan ke media membuat sikap kita jadi kompetitif. Sekedar diketahui, untuk media seperti KOMPAS, tak kurang dari 70 tulisan opini yang masuk setiap hari, dan hanya 4 tulisan yang dimuat. Bayangkan kalau Anda termasuk dari yang empat itu. Itulah prestasi. Dan dari situlah kita juga belajar menghargai prestasi dan keilmuan serta kekuatan mental juara seseorang.

It’s your choice: you are either being a loser or a winner. Being a loser is easy. Just sit down in the chair, behind your desk. And feel comfort with your hallucination of being “a great guy” which is actually not, as a matter of fact.[]

Sumber: www.fatihsyuhud.com

Wednesday, March 12, 2008

Professional Article Writing, From Hobby To Income

In the art of writing there are several areas or levels of expertise. We will go over a few of them and find out where you would like to end up in the world of professional article writing.

The hobby blogger writes to tell stories of what they have seen, read or about an experience they had at some sort of event, online or off. The hobby writer rarely uses a spellchecker and their posts usually reflect the innocence of a novice writer.

The casual writer is the more serious blogger or website owner that tries to convey a story, write a review or share knowledge in their field of expertise. They will have several sites or blogs in areas surrounding their life and occupations, often times posting in several other peoples blogs or forums daily. Whether they know it or not, they are actually grooming themselves to be a great writer.

The advanced writer supplies content for others in the way of articles, white papers and reports after doing research in that particular field and composing relevant, targeted information about the subject. They may get compensated for the material or submit the articles to directories for distribution for SEO reasons or to establish themselves in the market as an authority for sales purposes.

Professional writers get paid well for their efforts. Sometimes in the tens of thousands for a high conversion sales letter, documentary, biography, or book. They are the syndicated columnists, feature story authors in magazines and the ever popular technical manual composers. They will often have pen names to protect their identity and can be ghost writers giving up all rights to the project for compensation.

In the advanced and profeessional areas, writers are sought after mostly due to the fact that not everyone can convey their thoughts and ideas well, let alone write them down in the proper format or storyline. Hence the growing need for writers.

In the online world thousands of websites and blogs are being created every day and the one common theme between them all is they will need content written.

The majority of all websites are about a company or service, the balance are for selling products either physical or digital. A small percentage of sites are purely informational and are not monetarily driven like the .gov sites and some .org sites.

Almost all offline companies that want a website created will hire it done. A golden opportunity for writers. Just plug in with a few website creation companies and you will have a nice part time freelance writing job.

Online marketers trying to sell products will try to write their own sales pages for the small or low cost products but when it comes to the high end market they will inevitably seek out a professional to be able to convert as many leads as possible thus reducing their cost to sale ratio.

This is where the advanced and professional writer comes in to the play and are eagerly sought after.

An advanced writer can work on an almost endless variety of projects. A writer can either focus on an area of expertise, or write a greater variety of general knowledge articles. The going rate for quality articles in the 500-700 word range is $15.00-$25.00 each depending on the quantity ordered. Not bad considering and article can be made in less than an hour for the groomed writer. A nice paying part time job and a respectable full time income when you build up your client base.

As more high end products and services come online the professional writer can develop an awesome stream of income when they have proven themselves in the market. I know many of the top writers for the online world and it is usually a six month wait before they can get to your project unless you have very deep pockets.

Most of the professional writers for online copy easily exceed six figures a year and rarely do they get a blister on their finger from the keypad!

For the beginner there are many resources for developing the skill of writing. There are workshops, seminars, courses, reference books, and connection with other writers. I currently subscribe to many copywriters RSS feeds so I can study their style. Every day will become part of a your training. Every minute at the keyboard adds to your store of information, ideas, topics, methods and style.

A writer is not a writer until they put words to paper or screen and this is the application of the training that you will have acquired over the years. Yes I said years, it takes time to get good at anything worthwhile.

Usually, most of us see the quality of our work going up as we ramp up our productivity. The old saying is "the first one is the hardest" and it plays true in writing also. My first article had to have taken at least four hours or more and the end result was nothing to be proud of! After a while and the desire to get better, it now takes less than an hour to write a 600 word article, research included.

Article writing is an art form - not only must you be continuously creative, but you also must have the desire to continue. As long as you have an ounce of creativity you will be able to become a good writer.

Eventually, you'll get to the point where the discipline, the passion, and the experience will all come together and your skill as a writer will either produce a nice income or the sites and blogs you create will get highly ranked from the quality content.


About The Author
Brian Ankner has been writing articles and website content for quite some time now and has created a site dedicated to helping aspiring artists blossom into great writiers. For the resources that he uses, go to http://www.topshelfarticles.com/Professional_Article_Writing.html and pick up the tools to start your publishing career.